Thursday, 12 December 2013

Bentuk Perploncoan Mahasiswa Baru ITN Yang Berujung Meninggalnya Fikri

Satu per satu korban kekerasan dalam peloncoan mahasiswa  jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) angkatan tahun 2013 mulai berbicara. Salah satu mahasiswa yang ikut proses peloncoan di ITN itu menuturkan,  mereka mengalami banyak kekerasan. Peloncoan itu dilakukan selama Kemah Bakti Desa (KBD) di Gua China, Malang.


"Ada kekerasan, diinjak, disuruh makan bawang. Ada teman yang wajahnya melempuh karena disiram air bawang," kata Joko.

Ada juga sanksi yang tidak masuk akal, yakni sebelum makan, mereka dipaksa membenamkan tangan ke dalam debu. Jika telapak tangan belum kotor, panitia menginjak kaki mereka. Lantas, mereka dipaksa makan menggunakan tangan yang kotor dipenuhi debu.

Setiap peserta, kata Joko, mengalami kekerasan yang sama. Bahkan mereka juga dihukum push up sambil diinjak. Sehingga mereka kesulitan untuk melakukan gerakan push up. Puncaknya, pada Rabu malam 11 Oktober 2012 seluruh peserta diminta berdiri membelakangai Fikri yang diapit petugas keamanan peloncoan ITN.


"Terdengar teriakan kesakitan. Fikri mengerang kesakitan," katanya. Fikri diduga menjadi incaran keamanan KBD karena ia dianggap vokal dan menyatakan akan membela dan membebaskan teman-temannya. 


sumber : tempo.co

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...