Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Wednesday, 7 October 2015

Pilih mana bbm vs whatsapp??

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini sangat-sangatlah cepat, khususnya dalam dunia gadget. Komunikasi sosial media yang ditawarkanpun beragam, aplikasi yang tersedia banyak seperti whatsapp, bbm, line dsb. Namun diartikel ini penulis batasi pada dua sosmed yang paling sering penulis temui, yaitu whatsapp (wa) dan black berry message (bbm)


Sebelum tahun 2014 BBM selalu merajai dunia perchatingan karena kemudahan penggunaannya, maka sejak tahun 2015, bbm mulai kehilangan pamornya. BBM sempat membuat kejutan di akhir tahun 2013 dengan mulai memasuki pasar Android dan IPhone. Walaupun tentu saja hal itu disebabkan menurunnya penjualan handset blackberry. Dan semenjak itu rating aplikasi ini terus menanjak naik di daftar aplikasi messenger yang diunduh oleh pengguna handset khususnya Android.

Namun itu tidak berlangsung lama. Pesaing pun mulai berdatangan. Salah satunya adalah Whatsapp. Sejak dibeli oleh Facebook pada awal tahun 2014, Whatsapp terus menunjukkan perubahan yang signifikan. Kini sangat terasa sekali bagaimana mudahnya memakai Whatsapp, walaupun tidak gratis sepanjang masa, namun kemudahan yang ditawarkan membuat pengguna memilih untuk membayar sebesar 0.99 USD pertahun untuk tetap menggunakan aplikasi ini.

Jika dibandingkan, memang Whatsapp lebih ringan dibandingkan dengan BBM di Android. Tampilan Whatsapp yang terkesan bersih dan simpel, membuat kita nyaman menggunakannya. Apalagi di masa 2015 ini, dimana tren desain aplikasi mobile dibuat sebersih dan seminimal mungkin tanpa meninggalkan kesan elegan. Flat Design (oleh Apple) dan Material Design (oleh Google) membuat banyak aplikasi ikut menggunakan kedua desain ini. Hal ini mungkin tidak terlalu terlihat di BBM, BBM masih setia dengan tampilan lamanya, dan belum sepenuhnya beralih ke tampilan yang lebih bersih. Penggunaan memori yang besar pada BBM juga sepertinya masih masalah yang belum terselesaikan oleh developernya.

Namun itu bukan berarti BBM tak punya kelebihan. BBM punya banyak fitur yang belum tersedia di Whatsapp. Selain itu juga, jika kita tidak ingin membagikan no hp kita dan ingin menggunakan pin saja, maka BBM lah yang menjadi pilihan yang utama.
 
Lalu sebenarnya mana yang paling banyak penggunanya...??? Dilansir dari statisca.com, data statistik Most Popular Global Mobile Messenger Apps pada bulan Maret 2015 menunjukkan bahwa BBM jauh ketinggalan dibanding dengan Whatsapp. 
 
 
Jadi whatsapp atau bbm?

sumber : http://www.hstutorial.com/2015/05/statistik-pengguna-mobile-messenger.html

Tuesday, 6 October 2015

Apa itu .net framework dan kenapa kita membutuhkannya

Setelah artikel Cara mengaktifkan .NET Framework 3.5 pada windows 8 dengan mode online dan mode offline maka berikut ini penjelasan apa itu .net framework dan kenapa kita membutuhkannya


NET adalah kerangka pemrograman yang dibuat oleh Microsoft yang dapat digunakan pengembang software untuk membuat aplikasi lebih mudah . Kerangka pemograman adalah sekelompok kode yang dapat dipanggil programmer tanpa harus menuliskannya secara eksplisit.

Sistem operasi Ms. Windows merupakan sistem operasi yang penggunanya banyak, tidak mengherankan jika banyak programer memprogram baik itu software atau game yang kompatibel dengan sistem operasi ini, oleh karenanya .net framework sangat penting bagi programmer.

Sunday, 26 April 2015

Paytren, Alasan Yusuf Mansur Mendirikan Teknologi Transaksi (paytren)

Kita mungkin teringat iklan bank beberapa tahun yang lalu, Tingkatkan terus saldo Anda, semakin besar saldo anda di bank maka semakin besar peluang untuk mendapatkan hadiah, hampir semua bank promosinya sama seperti itu. Lalu bandingkan dengan promosi iklan bank saat ini. Apa yang ditawarkan Bank? Tingakatkan terus transaksi Anda dan dapatkan poin undian disetiap transaksi Anda. Kenapa bisa berubah seperti ini?


Dulu beli pulsa HP hanya ada di counter Hanphone. Dulu bayar tagihan listrik/telpon hanya bisa di kantor PLN/Telkom atau di loket pembayaran. Sekarang semua bank melayani pembelian pulsa, bayar tagiahn listrik/telpon, cicilan, dan lain-lain. Bahkan tidak hanya perbankan, disetiap kita belanja di Minimarket atau Supermarket, Para pelayan tidak pernah lupa untuk menawarkan sekalian pulsanya Pak? atau tokennya pak? Itu telah menjadi prosedur wajib yang diterapkan, bahkan seandainya mereka lupa menawarkan ada salah satu minimarket yang memberikan sanksi keras terhadap pelannya. Tidak hanya beli pulsa, token listrik, tiket kereta, atau bayar tagihan listrik, telkom, kartu kredit, cicilan dan lain-lain pun sekarang bisa kita beli dari minimarket yang jaringannya tersebar luas diseluruh Indonesia itu.


Anda dari dulu menjadi pelanggan mereka saja yang rutin memberikan untung kepada bank, minimarket, atau perusahaan yang menjalankan bisnis ini. Tanpa pernah memikirkan bagaimana cara mereka mendapatkan keuntungan dari pembayaran tagihan rutin bulanan Anda.

Tahukah Anda mengapa Bisnis Pembayaran yang keuntungannya hanya beberapa ribu rupiah itu, kini Bank, Minimarket, maupun perusahaan lain pun mulai ikut ambil bagian?

Berdasarkan data Bank Indonesia tahun 2007, transaksi pembayaran / micro-payment di Indonesia itu mencapai Rp 270 Triliun Rupiah dan diperkirakan meningkat 5-10% per tahun (sekitar Rp 340 Triliun ditahun 2010). Dan pada tahun 2013 sudah lebih dari 400 Triliun Rupiah.

Bisnis pembayaran memiliki umur (life-cycle) yang panjang dan akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan sekarang sudah menjadi bagian dari keperluan pokok setiap rumah tangga. Setiap hari, TRILIUNAN Rupiah berterbaran di sekitar Anda tanpa bisa merasakan keuntungannya. Anda hanya sebagai pembeli atau customer saja. Siapa yang mendapatkan keuntungan tersebut?

Berapa uang yang Anda keluarkan untuk membeli pulsa HP, bayar listrik, telepon, cicilan, kartu kredit dan lain-lain. Itu baru Anda sendiri. Bagaimana dengan keluarga, dan tetangga Anda? Kira-kira berapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulannya? Selain dari itu, Anda mungkin sering melakukan transaksi tersebut, kalau dikalkulasi berapa besar biaya yang bisa anda keluarkan untuk sekedar melakukan transaksi? Berapa banyak waktu yang terbuang hanya sekedar melakukan transaksi? Dan juga berapa banyak tenaga yang anda keluarkan? Semua itu jika kita kalkulasikan dalam rupiah baik sebulan atau setahun mungkin terhitung besar juga. Walaupun sekarang di perbankan Anda fasilitas untuk mempermudah transaksi, tetapi kan dikenakan biaya transaksi dan biaya setiap bulannya yang dibebankan kepada para customernya. Apakah selamanya mau menjadi customer mereka, tanpa pernah bertindak untuk lepas dari ketergantungan itu. Siapa yang mengeruk keuntungan dari bisnis ini? Mereka adalah bank atau perusahaan yang rata-rata sudah menjadi milik asing. 


Telah hadir gagasan dari Ustadz Yusuf Mansur yang dimana melakukan transaksi itu semua hanya menggunakan Gadget atau Handphone dengan sistem perangkat lunak yang bernama PayTren. PayTren ini sangat praktis, kita bisa melakukan aktivitas transaksi kita hanya menggunakan Handphone / Gadget sehingga lebih praktis, hemat biaya, waktu, dan tenaga. Dan kelebihan disetiap transaksi menggunakan PayTren yaitu disetiap transaksi akan diberikan Cashback bukan lagi menjadi biaya yang dibebankan kepada pengguna PayTren. Kalau sudah menggunakan PayTren, mungkin bisa dibandingkan dengan kebiasaan kita yang harus melakukan pembayaran konvensional ataupun melalui perbankan, akan banyak rupiah yang bisa kita hemat, belum lagi dari Cashback transaksi yang diberikan dengan menggunakan PayTren. Dari pada kita menjadi pelanggan perusaah atau lembaga yang terus mengeruk keuntungan dari masyarakat, bersama Ustadz Yusuf Mansur keuntungan PayTren dibagikan bersama melalui Cashback.

Maukah tetap menjadi pelanggan mereka? Atau mengaktivasikan PayTren (Teknologi Transaksi) di Handphone atau Smartphone dari Ustadz Yusuf Mansur dan menghasilkan uang bersama? Tentungya menggunakan atau tidak menggunakan PayTren, kita pasti akan selalu bertransaksi dan melakukan bayar-bayar tagihan seperti dijelaskan diatas, apalagi seiring perkembangan teknologi setiap orang akan membutuhkan fasilitas transaksi yang lebih praktis, seperti PayTren.

Maka dari itu Ustadz Yusuf Mansur mendirikan PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) dengan Brand bernama PayTren. Beliau ingin keuntungan keuntungan besar ini bisa dinikmati rakyat Indonesia tidak hanya kalangan tertentu saja

Mari bergabung dikomunitas yang insyaAllah penuh berkah ini

Untuk lebih jelasnya kunjungi web paytren. Info lebih lanjut bisa sms/wa : 085643081629, atau pin bb : 52500502

Wednesday, 2 April 2014

R-80, Pesawat Rancangan Habibi yang Lebih canggih Dari N250

Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie meluncurkan buku barunya yang berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah.


Peluncuran buku tersebut dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta. Dalam sambutannya, BJ Habibie menyebutkan bahwa buku berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah mengacu pada pengalaman hidupnya.

Salah satunya adalah curahan hati saat PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang selanjutnya berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) harus ditutup pada 2002.
Meski begitu, BJ Habibie menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan keberlangsungan PTDI, yang telah mendapatkan momen kebangkitan pada awal 2012 lalu.

"PTDI akan saya lanjutkan dengan produksi pesawat yang lebih canggih dari N250. Saya dengan tim sedang merekayasa sebuah pesawat bernama R-80 yang dalam satu tahun lagi akan kami persiapkan supaya bisa mengudara pada 2017," ujar Habibie di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Pesawat R-80 ini memiliki makna R dari kata Regional dan 80 adalah jumlah penumpang pesawat tersebut. Kelebihan pesawat dengan teknologi anyar ini adalah memiliki baling-baling yang dapat menentukan antara angin yang dingin dan angin panas yang berasal dari engine atau mesin.
Gunanya adalah terjadi campuran angin dingin dan angin panas sehingga bisa mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Campuran angin dingin dan angin panas itu disebut bypass ratio.  

Semakin tinggi bypass ratio yang dimiliki, energi bahan bakar yang digunakan semakin irit.
"Airbus atau Boeing punya bypass ratio 12, semakin sedikit bypass ratio, maka makin sedikit tingkat efisiensi bahan bakarnya. R-80 memiliki bypass ratio 40, sasarannya kurang lebih 30 persen konsumsi bahan bakarnya lebih irit, lebih efisien," ujar Habibie.

Produksi pesawat terbang R-80 akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia. Produksi proyek pesawat ini diharapkan akan mampu mendongkrak nasionalisme rakyat Indonesia, berjalan lancar. "Saat ini saya sedang mempersiapkan ini bisa terbang tahun 2017. Yang bikin nanti Dirgantara Indonesia," kata Habibie.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/02/0725391/Ini.Kelebihan.Pesawat.Baru.Racikan.Habibie

Friday, 28 March 2014

Inilah Fungsi Tuas Tambahan kecil di setang kiri MotoGP


Bro sekalian, seperti pernah di post oleh Crash.net bahwa ada tambahan tuas kecil di setang kiri beberapa motor di MotoGP seperti pada Motor M1 Lorenzo- Rossi begitu juga di RC213V nya Marquez, Pedrosa, Bradl, Bautista  ini jelas menimbulkan banyak keingin tahuan kita . . . itu Tuas apa dan Fungsinya Buat apa?

Bisa jadi pula tuas ini ada di motornya Smith dan Pol espargaro. Oke untuk mencari jawaban ini, terpaksa TMCblog Blusukan nanya ke temen temen Jurnalis Internasional di Press Centre Losail Qatar kemarin. Penjelasannya mau tmcblog buat sistematik nih . . . Jadi Gini kita ambil dulu saja sinyalemen awalnya . . . Tuas ini hanya di pakai di Motor2 factory seperti M1 Lorenzo dan RC213V nya Marc . . . dan tidak ada di motor motor  priveter atau motor non Factory seperti Motornya Hayden dan Aleix . .  so  . . . ada sinyalemen bahwa tombol tersebut ada hubungannya dengan SSG atau Seamless gearbox.

Lho Ada Hubungannya dengan SSG  . . . Gimana Model Hubungannya?
jadi Gini Untuk proses Pindah gear Konvensional kan polanya adalah 1 N 2 3 4 5 6 . . . Nah Pola ini bila diaplikasikan ke Seamless hearbox . . . Otomatis pengaruh SSG hanya terjadi saat pemindahan dari 2 ke 3 ke 4 ke 5 dan ke 6 tidak bisa diaplikasikan efectnya ke perpindahan dari 1 dan 2 karena harus melewati dulu gear N alias netral


Untuk Mengoptimalisasi Seamless Gearbox, maka Pola perpindahan gear harus diubah menjadi N 1 2 3 4 5 6 (yap mirip gear motor bebek) .  . Pola ini akan membuat seamless gearbox mulai bekerja saat perpindahan dari 1 ke 2 dan ini bisa membuat banyak keuntungan terutama saat start, dan adalah Honda yang lebih dahulu mengaplikasikannya karena SSG ebih dahulu di aplikasikan di Repsol Honda  dan akhirnya terakhir pola ini pun digunakan oleh Yamaha factory racing . . .

Namun Pola N 1 2 3 4 5 6 ada negatifnya yakni saat rider down shift misalnya dari straight kenceng diatas 250 km/jam masuk ke R1 maka gear akan diturunkan . . . ada kemungkinan trus diturunkan dan mencapai gear N . .. kalo kejadian masuk ke Gear N atau Netral jelas berbahaya . . .nggak ada engine Brake, dan motor nggak bisa dikendalikan bisa nyelonong dan crash, impuls gerungan rpm mesin akan tinggi banget pun nggak sehat buat mesin dan membuat durabilitas berkurang  . . . nah untuk mengantisipasi ini terjadi di ciptakanlah modifikasi tombol tersebut . . .


So . . . Tombol tersebut dibuat untuk membuat Transmisi motor masuk ke gear Neutral dan ini contohnya terjadi saat Rider masuk Pit . . . Bila tombol tersebut nggak diaktifkan maka perpindahan gear ganya bisa terjadi di angka 1 2 3 4 5 dan 6 dan nggak akan mungkin bisa masuk ke Neutral ( N ), cmiiw

Lho Motor Ducati GP14 nggak ada tombol ini mas bro? kan Ducati GP14 juga pake Seamless Gearbox? Yap Seperti yang tmcblog jelaskan diatas, dengan seamless gearbox pun bisa tanpa tombol tersebut, namun ya itu dia disinyalir model perpindahan gear di Ducati GP14 masih 1 N 2 3 4 5 6 , cmiiw Gimana bro, cukup kah penjelasannya, atau masih ada yang ditanyakan? Monggo . . . semoga berguna

sumber : http://tmcblog.com/2014/03/26/tuas-tambahan-kecil-di-setang-kiri-motogp-gunanya-buat-apa/

Friday, 21 March 2014

Passenger Manifest of MAS Flight MH370


sumber : http://indocropcircles.wordpress.com

Wednesday, 12 March 2014

Empat Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia



Dibawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele, sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen Semarang, Jumat tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan transportasi kereta api diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes.

Bentang waktu yang lama tentunya banyak sekali pembangunan stasiun-stasiun yang menjadi jalur perlintasan kereta pada masa tersebut. Sampai sekarang, ada beberapa yang masih beroperasi sebagai jalur transportasi publik, angkutan barang, hanya sebagai kereta wisata, atau bahkan dijadikan sebagai museum kereta api. Yang menyedihkan, malah ada beberapa yang sudah tidak terawat, tidak dilestarikan dan punah. Berikut daftar Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia:

1. Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)
Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini. Pembangunan stasiun ini merupakan cikal bakal perkebangan perkeretaapian di Indonesia hingga sekarang ini. Dampak dari pembangunan stasiun ini menjadikan Pulau Jawa menjadi ladang investor Belanda pada masa tersebut.

2. Stasiun Semarang Tawang (1868)
Pembangunan stasiun ini berselang empat tahun setelah selesainya pembangunan Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari. Stasiun dengan kode SMT merupakan stasiun induk di wilayah Tanjung Mas, Semarang Utara, Kotamadya Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis.
Stasiun ini merupakan stasiun tertua kedua setelah Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari yang diresmikan tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

3. Stasiun Lempuyangan Yogyakarta (1872)
Stasiun dengan kode LPN, +144 m, adalah stasiun tertua di Kota Gudeg melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.

Diresmikan tanggal 2 Maret 1872 oleh Pemerintah Hindia Belanda, keberadaan Stasiun Lempuyangan pada saat itu memiliki arti penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perkeretaapian di Pulau Jawa. Pada saat itu stasiun ini melayani rute Jogja – Semarang.


4. Stasiun  Buitenzorg /Bogor (1872)
Dibangun oleh BUMN perkeretaapian milik Pemerintah Belanda 1872 sebagai stasiun persinggahan terakhir jalur Batavia – Buitenzorg (Bogor-Jakarta) dan mulai beroperasional satu tahun setelah pembangunan stasiun ini. Dibangunnya Stasiun Bogor ini bertujuan untuk mempersingkat waktu perjalanan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) karena pada saat itu masih menggunakan kereta kuda sebagai transportasi utama melayani penumpang.

Perkembangan pesat pengguna kereta api jalur Batavia – Buitenzorg pada akhirnya di tahun 1881 dibangun stasiun baru dengan desain arsitektunya bergaya Eropa dan berlantai dua dengan hiasan berbagai motif. Seperti geometrik awan, kaki-kaki singa dan relung-relung bagian lantai. Sampai saat ini, Kusen pintu masuk dan jendelanya masih dalam kondisi utuh dengan gaya khas. Lapangan yang ada didepannya yang konon bernama Wilhemina Park. 

Bangunan itu sendiri luasnya kurang lebih 5.955 m2 yang dibangun di areal lahan seluas 43.267 m2 lokasi tepatnya di Jalan Nyi Raja Permas Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah. Salah satu ruangan di stasiun ini terdapat prasasti yang didirikan pada 1881. Prasasti itu terbuat dari marmer sebagai persembahan karyawan sebagai ucapan selamat pagi terhadap D Marschalk yang memasuki masa pensiun atas jasanya mengembangkan perkeretaapian di Pulau Jawa.

5. Stasiun Ambarawa (1873)
Stasiun ini sekarang berfungsi sebagai Museum Kereta Api Ambarawa yang banyak dikunjungi wisatawan pada akhir minggu dan musim liburan.  Museum ini memiliki koleksi lengkap mengenai kelengkapan kereta api yang berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.

Kereta Api dengan teknologi uap ini memilikii gerigi yang sangat unik, berfungsi untuk memudahkan di jalan yang menanjak selain itu lokomotif ini merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia (dua diantaranya ada di Swiss dan India). Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.