Showing posts with label kisah hikmah. Show all posts
Showing posts with label kisah hikmah. Show all posts

Tuesday, 30 June 2015

Kucing Ini Ikut Berbuka Puasa Di Masjidil Haram

Seekor kucing di Masjid Suci Mekkah membuat kehebohan di jagat sosial media di tanah Arab. Tak hanya muslim, netizen non muslim juga memuji aksi kucing tersebut.
 
Mengutip laman arabnews, Selasa, 23 Juni 2015, Amen Al-Jawhari mengunggah tweet yang menunjukan bagaimana seekor kucing seakan menghormati dan menyembah Tuhan-nya.


"Kucing itu seolah memesan meja saat berbuka puasa bersama di Masjidil Haram," ujarnya.


Tak pelak, aksi kucing itu pun banjir komentar dari para netizen. "Ini gambar yang paling indah dari kucing duduk di meja buka puasa di antara jamaah dan menunggu waktunya berbuka," ujar Mohammed Massad.


Sementara Asal Bukhari menilai aksi kucing ini menunjukan bagaimana masyarakat muslim memberikan hak untuk hewan juga.


"Sebaliknya, jamaah menikmati kehadiran kucing di antara mereka," katanya.



Pengguna sosial media lainnya, Azmat Ahmed, mengatakan aksi kucing itu menakjubkan sekaligus menunjukan bagaimana seekor hewan juga bisa menghormati ritual buka puasa dan puasa.

Seperti diketahui, naluri seekor kucing jarang menunggu makanan ketika sudah tersaji di depan mereka.


"Etiket tersebut hanya menunjukkan bahwa bahkan hewan menyadari bulan Ramadhan dan pentingnya puasa."



sumber : http://www.atjehcyber.net/2015/06/heboh-foto-kucing-di-masjidil-haram-ia.html

Wednesday, 12 March 2014

Kedua Penumpang Pesawat Malaysia Airlines yang Menggunakan Paspor Palsu Teridentifikasi

Pouria Nour Mohammad Mehran Mehdad (19) memegang paspor curian milik Christian Kozel dan rekannya Delavar Seyed Mohammad Madreza (29) dipastikan sebagai pemegang paspor curian milik Luigi Maraldi.

Suspect 1. Pouria Nour Mohammad Mehran Mehdad (19) pemegang paspor Christian Kozel, warga negara Austria

28 Februari 2014, Pukul 20.28 
Pouria Nour Mohammad Mehran Mehdad tiba di KLIA, Malaysia. Pemuda asal Iran itu menggunakan paspor bernomor P 2979523. Saat tiba di KLIA, Pouria mendatakan diri di konter K42 untuk keperluan imigrasi.

Petugas Imigrasi memproses pendataan Pouria berdasarkan SOP imigrasi Malaysia menggunakan biometrik sidik jari dan menyesuaikan gambar wajah dengan foto di paspor. Petugas Imigrasi mengeluarkan Social Visit untuk Pouria hingga 90 hari (28 Mei 2014)

Pouria Nour Mohammad Mehran Mehdad tiba di KLIA, Malaysia. Pemuda asal Iran itu menggunakan paspor bernomor P 2979523. Saat tiba di KLIA, Pouria mendatakan diri di konter K42 untuk keperluan imigrasi.

Petugas Imigrasi memproses pendataan Pouria berdasarkan SOP imigrasi Malaysia menggunakan biometrik sidik jari dan menyesuaikan gambar wajah dengan foto di paspor.
Petugas Imigrasi mengeluarkan Social Visit untuk Pouria hingga 90 hari (28 Mei 2014)

7 Maret 2014
Pouria mendatakan dirinya di konter K30 pada pukul 22.07 untuk penjelasan keimigrasian sebelum penerbangan. Dia kemudian mengeluarkan paspor ‘Austria’ bersama dengan tiket penerbangan MAS MH370. Setelah diverifikasi, Pouria diizinkan melanjutkan perjalanan.

Suspect 2. Delavar Seyed Mohammad Madreza (29) pemegang paspor Luigi Maraldi, warga negara Italia

28 Februari 2014
Delavar tiba di KLIA pukul 20.31 WIB, dan mendatakan diri untuk Imigrasi di Konter K49. Dia memegang paspor Italia dengan nomor YA 3189197 dan mengaku baru tiba dari Phuket menggunakan pesawat Qatar Airlines QR 849.

Petugas imigrasi lalu memproses pria tersebut sesuai SOP Imigrasi Malaysia, yaitu menggunakan biometrik untuk sidik jari dan menyesuaikan wajah dengan foto dalam paspor. Petugas Imigrasi juga memberikan Social Visit Pass yang berlaku hingga 90 hari (28 Mei 2014).
  
7 Maret 2014
Delavar mendatakan diri di konter K31 pada pukul 22.43 untuk keberangkatan. Dia mengeluarkan paspor ‘Italia’nya bersama dengan tiket penerbangan MH 370. Setelah diverifikasi, Delavar diizinkan petugas melanjutkan perjalanan.

sumber : http://indocropcircles.wordpress.com/2014/03/09/misteri-hilangnya-pesawat-malaysia-airlines-jurusan-kuala-lumpur-beijing/

Saturday, 8 March 2014

Ini Dia Cita-Cita Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Jika Pensiun Dari Walikota Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi dosen atau guru selepasnya ia menjadi wali kota nanti. Sambil bercanda, Risma mengatakan ingin melakukan hal sebaliknya dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang dari dosen menjadi wali kota.


Hal itu disampaikan Risma saat ditanya mahasiswa dalam acara Dialog Kebangsaan 'Gelombang Baru Nasionalisme: Dari Daerah Membangun Indonesia' di Aula Barat ITB, Sabtu (8/3/2014).

"Nanti kalau sudah enggak jadi wali kota, saya mau tukeran dengan Ridwan Kamil saja. Ridwan Kamil (dari dosen) jadi wali kota, saya nanti malah mau jadi dosen atau guru. Guru SD, SMP atau SMA-lah," ujar Risma.

Seperti diketahui, sebelum menjadi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merupakan seorang arsitektur yang juga menjadi dosen di ITB. Emil, begitu Ridwan Kamil akrab disapa juga datang dalam dialog yang dihadiri Risma.

Ia mengatakan, selama menjadi wali kota dirinya pun sudah sering mengajar. Risma mengaku lebih memilih mengajar dengan sasaran anak-anak SMP.

"Karena anak-anak SMP ini secara fisik sudah besar, tapi mentalnya masih banyak kegoda," katanya.

Ia mencontohkan anak-anak SMP banyak yang terjebak dengan media sosial hingga melakukan perbuatan negatif.

"Ada yang foto-foto telanjang, itu tuh mereka pada enggak ngerti," tutur Risma.

Acara dialog ini diikuti oleh ratusan mahasiswa yang begitu antusias bertanya pada dua wali kota yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena aksi-aksinya.


sumber : http://news.detik.com/bandung/read/2014/03/08/134159/2519828/486/jika-pensiun-wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-ingin-jadi-guru-smp?991101mainnews

Wednesday, 5 March 2014

Penemu kamera ternyata seorang muslim


Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk “Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.”The Independent” 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim menyebut sekitar yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.


Kamera merupakan salah satu penemuan penting yang dicapai umat manusia. Lewat jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Teknologi pembuatan kamera, kini dikuasai peradaban Barat serta Jepang. Sehingga, banyak umat Muslim yang meyakini kamera berasal dari peradaban Barat.

Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam.

Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.

“Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),” ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz’s perspective.

Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang
fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

Bradley Steffens dalam karyanya berjudul Ibn al-Haytham:First Scientist mengungkapkan bahwa Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. “Dia merupakan ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh gambar dari luar rumah ke dalam gambar dengan kamera obscura,” papar Bradley.

Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).
Setelah itu, penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535-1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 – 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).

Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.

Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya – yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia. Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.

sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/02/15/penemu-kamera-ternyata-seorang-muslim.html