Thursday, 20 June 2013

Secuil Video Dukungan Terhadap Kopassus dan tuntutan pembubaran Komnas HAM terkait kasus cebongan




Suasana dipersidangan perdana peristiwa penumpasan preman oleh kopassus di lapas cebongan sleman, Yogyakarta.

sumber : facebook

Wednesday, 19 June 2013

Wanita Berjilbab Ini Adalah Seorang Pilot Pesawat Tempur


Farooq, yang lahir dari kota bersejarah Bahawalpur, di provinsi Punjab, merupakan salah satu dari 19 perempuan yang telah menjadi pilot di Angkatan Udara Pakistan dalam satu dekade terakhir.
 
Seraya menenteng helm tempurnya, Farooq tersenyum kepada wartawan, ketika ditanya bagaimana rasanya menjadi perempuan pertama yang menjadi pilot pesawat tempur Angkatan Bersenjata Republik Islam Pakistan.


Terdapat lima orang wanita yang menjadi pilot pesawat tempur lainnya di Pakistan, namun mereka belum mengambil tes akhir untuk memenuhi syarat mengikuti pertempuran.

"Saya tidak merasa berbeda. Baik saya dan lainnya melakukan kegiatan yang sama, bom presisi yang sama," ujar wanita berusia 26 tahun itu, di pangkalan Mushaf di utara Pakistan, seperti diberitakan oleh Huffingtonpost.com, Jumat (14/6/2013).


Menjadi wanita yang ingin meniti karir menjadi prajurit, membuat Farook harus menapaki jalan berbatu. Selisih paham terjadi antara ia dan ibunya yang sudah menjanda, ketika ia menyatakan akan bergabung dengan Angkatan Udara Pakista, tujuh tahun yang lalu.

"Dalam masyarakat kita sebagian besar perempuan, tidak pernah berpikir melakukan hal seperti menerbangkan pesawat terbang," katanya.


Menurut seorang pejabat Angkatan Udara Pakistan, menjadi seorang pilot perempuan di kesatuan bukanlah hal mudah. Persoalan yang kerap menjadi ganjalan bagi para pilot perempuan mendapatkan izin tempur adalah, faktor dominasi pria, dan persetujuan pihak keluarga.

sumber : http://www.atjehcyber.net/2013/06/foto-foto-wanita-berjilbab-jadi-pilot.html
 

Monday, 17 June 2013

Inilah harga kenaikan BBM dari zaman presiden Soeharto sampai sekarang

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat tengah menunggu pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dari harga saat ini Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter untuk Solar dan Rp 6.500 untuk Premium.

Namun, perubahan harga BBM berubsidi sebenarnya telah menjadi agenda rutin. Siapapun presiden yang menjabat, kenaikan harga BBM bersubsidi selalu dilakukan, entah itu Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, yang membuat perubahan harga BBM bersubsidi itu menjadi momentum yang luar biasa , tak lain adalah nuansa politik yang menyelimutinya.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang juga menjadi peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) M. Said Didu menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi adalah sesuatu yang biasa. "Artinya, naik turun BBM biasa saja," ujarnya Senin (16/6/2013).

Berikut ini adalah perubahan harga BBM bersubsidi, yang dalam hal ini Premium per liter, sejak era Soeharto hingga SBY:

Soeharto
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200

BJ Habibie

1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000

Abdurrahman Wahid
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450

Megawati Soekarnoputri
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550
2003: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810

SBY
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500
sumber : kaskus

Sunday, 16 June 2013

Di Balik Pembunuhan Tito Kei, Adik Preman Jakarta John Kei

 Dor”. Suara itu memecah ketenangan warga Perumahan Tytyan Indah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Jumat, 31 Mei 2013. Malam itu jarum jam menunjukkan pukul 20.40 WIB, saat letusan itu terdengar. Gerry, Hans, dan Petrus yang sedang main kartu gaple di warung Ratim alias Aki, terkejut ketika Franciskus Refra alias Tito Kei, kawan main kartu mereka ambruk tiba-tiba. Darah mengucur deras dari wajah pria berkulit gelap itu.


Ternyata bukan hanya Tito Kei yang terkapar. Aki, sang pemilik warung juga ikut tersungkur di depan pintu warung. Darah segar juga mengucur dari tubuh pria berusia 63 tahun tersebut.Keduanya langsung tewas di tempat. Tito Kei tertembak di mata sebelah kanan hingga tembus ke kepala bagian belakang. Sementara Aki tertembak di dada hingga tembus ke punggung.

Dari luka tembak yang diderita keduanya, polisi berasumsi, korban ditembak dari jarak dekat dan dilakukan oleh orang terlatih.Selain itu, kata Kasat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika, sebelum mengeksekusi, pelaku melakukan pengintaian terlebih dahulu.


Tito itu baru sekitar 15 menitan datang ke warung itu. Kemudian terjadi penembakan,” ujar Helmy di Mapolda Metro Jaya, Selasa 4 Juni.Usai melakukan penembakan, pelaku yang jumlahnya diperkirakan dua orang langsung pergi. Diduga pelaku mengendarai sepeda motor. Sebab menurut keterangan saksi mata, usai kejadian mereka melihat dua orang yang mengendarai sepeda motor  ngacir meninggalkan lokasi.

“Pelakunya pakai jaket. Saya dapat keterangan dari Gerry, Hans, dan Petrus, yang malam itu main gaple dengan Tito Kei,” terang Luhut, warga Tytyan Indah, yang mengaku kenal dekat dengan Tito.

Sayangnya, ketika itu teman Tito tidak melihat jelas wajah para pelaku. Soalnya pelaku mengenakan helm
full face berkaca gelap. Alhasil pelaku penembakan terhadap adik bungsu John Kei itu pun masih misterius.Menurut Luhut, tiga teman Tito yang ada di lokasi kejadian, luput memperhatikan pelaku lantaran sibuk mengurus Tito yang tiba-tiba ambruk. Mereka awalnya mengira suara letusan itu berasal dari ban kendaraan yang pecah.

“Saat itu mereka sayangnya nggak teriak, coba kalau teriak pasti didapat warga. Penembaknya jadi kabur dengan leluasa,” sesal Luhut yang sudah 27 tahun tinggal di kompleks itu.Diakui Luhut, meski Tito punya banyak anak buah, tetapi tidak pernah jalan beramai-ramai di kompleks yang telah ditempatinya sejak tahun 2000 lalu. Tito juga tidak pernah dikawal bila ke mana-mana.

Luhut pun tidak punya dugaan apa yang jadi penyebab penembakan itu. Sebab setahu Luhut, Tito yang berprofesi sebagai pengacara dikenal ramah dan baik oleh warga. Merlin, istri Tito juga enggan memberi keterangan soal kasus penembakan yang menewaskan suaminya. “Jangan ya mbak, jangan sekarang,” ucap Merlin kepada majalah detik yang menyambanginya.

Sementara menurut sumber  majalah detik yang mengaku kenal dengan kelompok John Kei, pembunuhan Tito masih ada kaitan dengan tewasnya Tan Harry Tantono alias Ayung. Pengusaha peleburan baja tersebut tewas pada 26 Januari 2012 lalu, di kamar 2701, Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat.Kasus pembunuhan Ayung kemudian menyeret John Kei, kakak kandung Tito ke penjara. Kebetulan Tito menjadi pengacara John Kei dan anak buahnya yang saat ini mendekam di Rutan Salemba, Jakarta.

Sekalipun John Kei telah dipenjara, tidak lantas membuat bekas anak buah Ayung puas. Soalnya mereka merasa pemasukan mereka hilang gara-gara ulah John Kei dan anak buahnya. Dendam kesumat itu pun masih terbawa hingga sekarang.“Itu kerjaan bekas anak buah Ayung yang dendam sama anak buah John Kei. Mereka sama-sama dari Ambon juga,” terang sumber tersebut tanpa menyebut nama pelakunya.


Kubu Tito Kei juga punya dugaan serupa. “Mungkin. Segala kemungkinan bisa saja, motif bisa apa saja, bisa dendam atau lainnya,” kata kuasa hukum Tito Kei, Tofik Chandra.  Namun sepengetahuan Tofik, belakangan ini Tito tidak pernah bermasalah dengan orang lain. Bahkan, di lingkungan tempat tinggalnya di Tytyan Indah, Bekasi, Tito dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahaja.

Sedangkan polisi sampai saat ini belum menemukan titik terang soal pelakunya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, hanya bilang, kasus penembakan Tito sedang didalami tim khusus yang dibentuk Polda Metro Jaya. Tim yang berjumlah 50 orang itu dipimpin AKBP Helmy Santika dan AKBP Herry Heryawan.

sumber : detik.com

Tuesday, 4 June 2013

Kuburan puluhan warga Palestina yang dibunuh oleh penjajah Israel dalam pertempuran tahun 1948 telah ditemukan di distrik Jaffa Tel Aviv

Seorang petugas pemakaman Muslim di sana mengatakan kepada AFP bahwa penemuan “mengerikan” tersebut terjadi pada Rabu lalu ketika tanah tiba-tiba ambles saat para pekerja melakukan renovasi. Turunnya tanah tersebut kemudian memperlihatkan ada enam ruang yang dipenuhi dengan tengkorak dan kerangka manusia


Seorang nelayan Jaffa, Atar Zeinab (80), menyatakan bahwa dulu dia masih remaja saat perang itu berlangsung. Selama bulan-bulan terakhir pertempuran pada tahun 1948, dia membantu untuk mengumpulkan mayat orang-orang yang gugur di wilayah selatan Jaffa dan membawa jenazah mereka untuk dimakamkan di pemakaman darurat dengan tergesa-gesa, di kuburan utama di daerah itu.

“Saya membawa sekitar 60 mayat ke pemakaman selama periode tiga atau empat bulan,” katanya kepada AFP. “Kami dulu menemukan [jenazah] orang-orang di jalan dan sebagian besar kami tidak kenal siapa mereka.”

Dia mengatakan bahwa bahaya terkena peluru atau granat saat itu selalu mengancam, sehingga mayat ditumpuk satu di atas yang lain di dalam satu kuburan, hal yang sebenarnya bertentangan dengan tata cara penguburan jenazah dalam Islam.

“Kami membawa mereka saat masih subuh atau pada malam hari,” tambahnya. “Kami meletakkan jenazah perempuan, anak-anak dan laki-laki di tempat yang sama … dan tidak ada yang berdoa untuk orang-orang itu.”

Jaffa pada waktu itu adalah sebuah kota Palestina, tapi kemudian kota ini jatuh ke tangan tentara penjajah “Israel” dan milisi Yahudi.

Pada tahun 1950, Jaffa mereka klaim dan mereka masukkan ke kota Tel Aviv yang kemudian diganti namanya menjadi Tel Aviv-Jaffa. Saat ini, sebagian besar penduduknya merupakan populasi Yahudi.

Sekitar 760.000 warga Palestina melarikan diri atau dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam apa yang mereka sebut sebagai “nakba” atau “bencana” 1948, sedangkan “Israel” malah mengklaimnya sebagai “Perang Kemerdekaan”.

http://www.arrahmah.com/news/2013/06/03/kuburan-masal-warga-palestina-korban-perang-1948-ditemukan-di-jaffa.html