Saturday, 3 December 2011

PERSIAPAN MEMBANGUN JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN)

Dalam membangun suatu jaringan LAN hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan adalah sebagai berikut :
A. TOPOLOGI
Topologi adalah cara untuk menghubungkan jaringan, ada beberapa topologi yang sering digunakan untuk merancang LAN yaitu bus, tree, ring, start dan topologi hibrid. Masing-masing topologi mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing, oleh karenanya kita harus pandai memilih topologi mana yang akan kita pakai. Untuk perancangan LAN saya memilih topologi start, karena :

TOPOLOGI STAR
  1. Menggunakan consentrator atau pusat lalulintas data
    Dalam jaringan LAN consentrator sangat penting perannya karena disamping sebagai pusat lalulintas data komponen ini juga berfungsi sebagai control/indikator kerusakan yang mungkin terjadi, caranya dengan melihat lampu indikator yang ada pada hub atau switch. Lampu indikator ini akan menyala jika ada client yang terhubung pada jaringan (workstation), dan akan berkedip-kedip jika ada aktifitas lalulintas data.
  2. Memudahkan penanganan workstation yang rusak Jika kita gunakan consentrator maka jika ada client yang rusak dan akan kita perbaiki maka kita tinggal melepaskan kabel yang terhubung ke consentrator, dengan cara ini koneksi jaringan secara keseluruhan tidak akan terganggu
  3. Mudah untuk pengembangan jaringan
    Dengan menggunakan consentrator maka pengembangan jaringan akan dapat dilakukan dengan mudah, sebagai contoh jika LAN yang kita rancang sekarang menggunakan switch (8 port) sebagai consentratornya, seuatu saat kita akan mengembangkan jaringan yang membutuhkan client 15, maka kita tinggal mengganti switch dengan jumlah port yang lebih banyak, dan pemasangannyapun tinggal plug n connect.
B. PENENTUAN IP ADDRESS
IP address adalah alamat yang digunakan dalam jaringan untuk berkomunikasi, oleh karenanya penentuan ip address yang tepat akan memperlancar komunikasi data antar komponen jaringan. Untuk mengefektifkan jaringan dalam komunikasi cara yang sederhana adalah dengan membatasi jumlah ip address yang terkoneksi dalam suatu jaringan atau dengan kata lain adalah subnetting.
Sebagai contoh kita menggunakan subnet mask 255.255.255.0 (/24) maka secara default jumlah ip yang bisa digunakan dalam satu jaringan adalah 254 ip, jumlah ip sebesar ini tidak efektif jika kita hanya ingin membangun jaringan LAN dengan ip yang kita butuhkan berjumlah 120 ip, untuk itu kita perlu merubah subnetmask kita menjadi 255.255.255.128 (/25)


C. PEMILIHAN MEDIA TRANSMISI YANG TEPAT
Media transmisi dalam hal ini adalah kabel, kabel LAN yang sering dipakai adalah UTP/STP, UTP/STP sendiri mempunyai jenis yang beragam, mulai cat 5, cat 5e, cat 6, cat 7 dan sebagainya. Lebih efektif kita memilih media transmisi kabel UTP/STP yang mempunya daya hantar yang paling cepat (minimal cat 5e)

Isi kabel UTP STP

D. MEMILIH HARDWARE YANG TEPAT
Dalam hal ini hardware yang dimaksud adalah PC/Client/Workstation, LAN Card dan Concentrator.

WORKSTATION
Usahakan untuk menggunakan PC yang mempunyai kecepatan prosesor dan kapasitas ram yang memadai.

LAN CARD
Piranti ini adalah hardware yang bertugas untuk menghubungkan pc dengan connector jaringan yang telah ada. Untuk pemilihan piranti ini hal yang perlu diperhatikan adalah kecepatan transfernya, Ethernet card, Fast Ethernet Card, Gigabit Ethernet card. Kecepatan yang ditawarkan mulai dari Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.

CONCENTRATOR
Concentrator dapat berupa hub atau switch, perbedaan antara kedua device ini adalah dalam hal kemampuan pengiriman datanya, apakah terpengaruh jumlah transfernya sehingga kecepatannya menurun ataukah tidak. Yang paling layak digunakan adalah switch, karena switch tidak terpengaruh oleh berapapun data yang dilewatkan pada perangkat ini.

ambulanzigzag, sabtu 3 Desember 2011

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...