Showing posts with label palestina. Show all posts
Showing posts with label palestina. Show all posts
Friday, 3 January 2014
Ariel Sharon stroke mulai 4 Januari 2006 hingga koma dan tidak pernah sadarkan diri sampai saat ini.
“Mayat hidup” Ariel Sharon yang dirawat di Rumah Sakit Tel Hasomer di Tel Aviv, pada hari Rabu (1/1/2014) mengalami “masalah ginjal serius” setelah menjalani operasi, kata berbagai laporan dikutip Associated Press.
Seorang jurubicara rumah sakit mengatakan, memburuknya kondisi Sharon terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Ariel Sharon mengalami stroke pada 4 Januari 2006, sehingga koma dan tidak pernah sadarkan diri sampai saat ini.
Sejak menjadi mayat hidup, Sharon mendapatkan beraneka macam perawatan dan operasi medis dan diberi makanan cair lewat selang ke dalam tubuhnya.
Bulan September 2013, Sharon menjalani operasi di bagian perut, untuk memperbaiki masalah sistem infusnya.
Operasi yang berjalan selama satu jam itu direncanakan beberapa bulan sebelumnya.
Para dokter spesialis Israel dan Amerika Serikat Januari 2013 mengatakan bahwa Sharon menunjukkan “aktivitas otak yang signifikan” lewat pemindai MRI. Otaknya merespon gambar foto keluarga yang ditunjukkan kepada dirinya tujuh tahun setelah stroke.
“Para ilmuwan menunjukkan kepada Sharon foto-foto keluarganya, memperdengarkan kepadanya suara putranya dan menggunakan rangsangan berupa rabaan untuk melihat bagaimana otaknya merespon rangsangan-rangsangan itu,” kata Universitas Ben Gurion dalam pernyataannya ketika itu.
Para ilmuwan mengaku sangat terkejut, sebab mereka berhasil merekam aktivitas signifikan dari otak Ariel Sharon selama 2 jam menjalani tes MRI itu, yang menunjukkan bahwa otaknya masinh dapat memproses rangsangan dari luar
sumber : http://www.hidayatullah.com/read/2014/01/02/14161/usai-operasi-kondisi-mayat-hidup-ariel-sharon-semakin-memburuk.html
Tuesday, 4 June 2013
Kuburan puluhan warga Palestina yang dibunuh oleh penjajah Israel dalam pertempuran tahun 1948 telah ditemukan di distrik Jaffa Tel Aviv
Seorang petugas pemakaman Muslim di sana mengatakan kepada AFP
bahwa penemuan “mengerikan” tersebut terjadi pada Rabu lalu ketika tanah
tiba-tiba ambles saat para pekerja melakukan renovasi. Turunnya tanah
tersebut kemudian memperlihatkan ada enam ruang yang dipenuhi dengan
tengkorak dan kerangka manusia
Seorang nelayan Jaffa, Atar Zeinab (80), menyatakan bahwa dulu dia
masih remaja saat perang itu berlangsung. Selama bulan-bulan terakhir
pertempuran pada tahun 1948, dia membantu untuk mengumpulkan mayat
orang-orang yang gugur di wilayah selatan Jaffa dan membawa jenazah
mereka untuk dimakamkan di pemakaman darurat dengan tergesa-gesa, di
kuburan utama di daerah itu.
“Saya membawa sekitar 60 mayat ke pemakaman selama periode tiga atau empat bulan,” katanya kepada AFP. “Kami dulu menemukan [jenazah] orang-orang di jalan dan sebagian besar kami tidak kenal siapa mereka.”
Dia mengatakan bahwa bahaya terkena peluru atau granat saat itu
selalu mengancam, sehingga mayat ditumpuk satu di atas yang lain di
dalam satu kuburan, hal yang sebenarnya bertentangan dengan tata cara
penguburan jenazah dalam Islam.
“Kami membawa mereka saat masih subuh atau pada malam hari,”
tambahnya. “Kami meletakkan jenazah perempuan, anak-anak dan laki-laki
di tempat yang sama … dan tidak ada yang berdoa untuk orang-orang itu.”
Jaffa pada waktu itu adalah sebuah kota Palestina, tapi kemudian kota
ini jatuh ke tangan tentara penjajah “Israel” dan milisi Yahudi.
Pada tahun 1950, Jaffa mereka klaim dan mereka masukkan ke kota Tel
Aviv yang kemudian diganti namanya menjadi Tel Aviv-Jaffa. Saat ini,
sebagian besar penduduknya merupakan populasi Yahudi.
Sekitar 760.000 warga Palestina melarikan diri atau dipaksa
meninggalkan rumah mereka dalam apa yang mereka sebut sebagai “nakba”
atau “bencana” 1948, sedangkan “Israel” malah mengklaimnya sebagai
“Perang Kemerdekaan”.
http://www.arrahmah.com/news/2013/06/03/kuburan-masal-warga-palestina-korban-perang-1948-ditemukan-di-jaffa.html
Thursday, 14 June 2012
Tembok yang Dibangun Zionis Israel Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Surabaya, Yakni 708 kilometer
Allah menjelaskan di surat Al-Hasyr ayat 14:
“Mereka (Yahudi) tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.
Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka
itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena
sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”
Bagaimana rasanya kalau tiba-tiba di depan rumah kita berdiri tembok
setinggi 10 meter, sepanjang berkilo-kilometer. Tembok yang memisahkan
rumah kita dengan rumah ayah-ibu kita, dengan tetangga kita, dengan
pasar, dengan sekolah anak-anak, dengan rumah sakit.
Tembok yang memaksa ibu-ibu melahirkan berdarah-darah di pos-pos
pemeriksaan tentara. Tembok yang memaksa para bapak berjam-jam diperiksa
badannya saat menuju tempat kerja. Tembok yang membuat kita harus
berjalan berkilo-kilometer hanya untuk membeli obat di apotik di balik
tembok. Sebab memanjat tembok itu berarti menantang para sniper (penembak jitu).
Tanggal 9 Juni yang baru lalu, tembok itu berusia 10 tahun.
Panjangnya 708 kilometer. Jarak Jakarta-Surabaya saja tak sampai segitu,
hanya 664,7 kilometer. Alasan didirikannya tembok ini, untuk
mengamankan “Israel” dari “teroris” Palestina.
Pada bulan Juli 2004, International Court of Justice di The Hague
mengeluarkan keputusan bahwa tembok itu ilegal menurut hukum
internasional. Tapi sampai hari ini tak satupun negara di dunia yang
melakukan tindakan untuk menghancurkan, atau menghentikan
pembangunannya.
Hukum manusia bisa dikadali oleh para penakut. Hukum Allah berjalan
sebagaimana seharusnya. Tak perlu menunggu sampai datangnya Kiamat.
Allah menetapkan, orang yang mendirikan tembok itu pertama kali, Ariel
Sharon (Perdana Menteri “Israel” waktu itu), sudah enam tahun ini sakit
parah dalam keadaan koma. Hidup tidak, matipun tidak. Enam tahun
bagaikan mayat, tapi masih hidup.
Al-Haq, sebuah LSM hak-hak asasi manusia, meluncurkan kampanye “Ten
Years Too Long” (10years2long) untuk mengingatkan dunia tentang
penderitaan rakyat Palestina akibat tembok ini. Sebuah film dokumenter
pendek merangkum berbagai informasi tentang tembok ini. Kami sediakan
link-nya di bawah ini:
sumber : http://sahabatalaqsha.com
Friday, 8 June 2012
Ini Dia, Resepsi Pernikahan di Gaza (Palestina)
(Kamis, 19/4/2012-red) Tim Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) diajak seorang sahabat menghadiri sebuah resepsi pernikahan (walimatul ‘urs). Pesta itu berlangsung sederhana, ringkas, cepat, praktis, dan sangat khidmat. Hanya 15 menit, sejak kami datang sampai pulang.
Acaranya berlangsung di sebuah aula sewaan bernama Shalah Adam
di tengah kota Gaza. Sewa tempat itu seharga kurang lebih USD 600
(kurang dari 6 juta rupiah) dari siang sampai malam. Begitu sampai, kami
disambut para lelaki dari kedua mempelai yang berbaris di depan pintu
masuk, termasuk pengantin lelakinya (disebut ‘aris), menerima salam.
Wah, praktis juga nih… jadi tidak perlu antre salaman di pelaminan
seperti pernikahan di Indonesia. Di Indonesia, orang-orang tua yang
sudah sepuh pun masih dipaksa antre panjang mengular untuk menyalami
pengantin di pelaminan.
Sesudah salaman di pintu masuk, kami diberi sekaleng minuman bersoda
dan sebingkis hadiah berbentuk kubus, dibungkus dengan kertas perak. Apa
isinya? Bikin penasaran.
Lalu Abu Adam yang mengajak kami, membawa kami duduk di meja terdepan. Posisinya paling dekat dengan pelaminan, dan loudspeaker besar persis terletak di telinga kiri kami. Suara Samy Yusuf bershalawat terus memenuhi ruangan.
Ini acara khusus laki-laki. Tidak ada perempuan seorang pun juga di
seluruh ruangan. Acara resepsi pernikahan khusus untuk perempuan baru
akan dilakukan malam harinya. Bagus banget, jadi nggak perlu ada ikhtilat (campur aduk) lelaki perempuan yang bisa menyebabkan zina mata.
Lagi pula, laki-laki normal mestinya nggak suka kalau pengantin putrinya (‘arus)
jadi tontonan mata ratusan lelaki lain. Jadi, pengantin putri
benar-benar milik pengantin putra, sebaliknya juga begitu. Berkah!
Tak lama kemudian, seorang pria berbadan tegap, gagah, mengenakan
setelan cokelat muda tanpa dasi, berkemeja putih, berbicara dengan
mikrofon. Bersamaan dengan itu, pengantin pria maju dan duduk di
pelaminan didampingi ayah dan mertuanya. Kelihatan tampan dengan setelan
hitam, berdasi hitam putih, dengan rambut mengkilat dilumuri gel.
Ayah dan ayah mertuanya mengenakan setelan jas berwarna sama, biru
muda keabu-abuan. Ayah mertua mengenakan kopiah haji berwarna putih.
Kami mengira, pria yang memegang mikrofon cuma pembawa acara.
Ternyata dialah pengisi acara utama di resepsi itu. Dimulainya acara itu
dengan membaca ta’awudz (a’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim) dan basmalah.
Lalu sepanjang lima sampai tujuh menit berikutnya ia membacakan ayat
dan hadits tentang pernikahan, sebagai bagian penting dari adab Islam.
“Sebuah jalan menuju cinta sejati,” katanya.
“Pernikahan memperkuat hubungan masyarakat menjadi masyarakat kokoh,
terutama dalam melaksanakan Islam dan menghasilkan generasi baru para
Mujahidin dan Murabithin,” katanya menutup taushiyah.
Seusainya taushiyah singkat diberikan, pria itu mengumumkan
aqad nikah sudah dilakukan pagi harinya. Nama pengantin pria dan
perempuan disebutkan, begitu juga nama keluarga besarnya masing-masing.
Sesudah itu acara ditutup, dan serentak 200an orang yang hadir berdiri, saling bersalaman, lalu pulang ke rumah masing-masing.
Berbeda dengan pernikahan yang berlangsung di tengah kota Gaza ini,
minggu lalu kami diajak hadir di pesta pernikahan yang bergaya kampung.
Sebuah jalan di depan rumah ditutup, dipasangi tenda besar. Tak ada
seorang perempuan pun. Acara perempuan di tempat terpisah tapi pada
waktu yang sama.
“Di tempat perempuan, karena tertutup, hampir semua yang hadir
melepas jilbabnya. Hanya yang bercadar yang melepas cadar tapi tetap
mengenakan jilbab,” kata anggota Tim kami yang perempuan.
Berbeda dengan yang di kota, resepsi di kampung Zatun, dekat Rafah,
Gaza Selatan itu, menyediakan makan besar. Sebungkus nasi briyani pedas
dengan bongkahan-bongkahan daging sapi panggang yang besar-besar untuk
dimakan berdua atau bertiga. Mmm….
Abu Adam menjelaskan kepada kami sambil tersenyum, “Intinya resepsi dalam Islam itu adalah i’lan-nya (pengumumannya), bahwa pasangan itu sudah halal berdua-duaan, sehingga tidak ada fitnah. Berkah juga melimpah.”
Uang yang ada memang sebaiknya digunakan untuk memulai rumah tangga,
bukan untuk dibuang-buang lewat pesta yang berlebihan. Abdillah Onim,
relawan MER-C Indonesia yang tahun lalu menikahi gadis Gaza, mengaku
membayar mahar USD 3000 (kurang sedikit dari 30 juta rupiah).
“Tapi seluruh biaya persiapan rumah tangga yang saya keluarkan
sekitar 90 juta rupiah,” kata Abdillah. Dan keduanya kini sedang
menunggu kelahiran anaknya yang pertama.
Oh ya, hampir lupa, bingkisan dengan kertas perak untuk hadirin tadi,
saat kami buka isinya sebentuk mangkok kaca yang cantik, dan sekantong
plastik berisi tiga butir permen kacang. Asyiiik…
sumber : salam-online.com
Friday, 1 June 2012
Mengenang dua tahun tragedi Mavi Marmara, KISPA tuntut adili pelaku penyerangan
Bertepatan dengan dua tahun Tragedi penyerangan Subuh kapal
kemanusiaan Mavi Marmara oleh tentara zionis Israel pada 31 Mei 2010,
Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) menyatakan
penentangan keras tragedi tersebut yang hingga hari ini para pelakunya
belum tersentuh oleh hukum.
“Mengutuk tindakan brutal dan biadab Israel yang telah menyerang dan
membunuh relawan kemanusiaan Mavimarmara.” Kata Ketua KISPA Ustadz Ferry
Nur dalam pernyataan sikapnya kepada arrahmah.com, Jakarta, Jum’at
(1/6)
Lebih dari itu, Kispa meminta kepada lembaga hukum Internasional agar
segera membawa para pelaku penyerangan kapal Mavi Marmara ke meja
peradilan untuk mempertanggung jawabkan aksi mereka dihadapan hukum.
“Menuntut Pengadilan Internasional untuk menyeret dan mengadili serta
menghukum mereka yang telah membunuh dan mencederai relawan kemanusiaan
Mavi Marmara.” Ujarnya.
Lanjut Ustadz Ferry, Kispa juga menghimbau kepada seluruh masyarakat
untuk tetap mengenang peristiwa tersebut .”Mengingatkan masyarakat dunia
akan kejahatan Israel terhadap relawan kemanusiaan Mavi Marmara dan
blokade terhadap rakyat Gaza Palestina yang masih berlangsung.”tuturnya
Serta, Ia meminta kepada segenap komponen bangsa indonesia untuk
tetap mensupport perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih
dizholimi penjajah Zionis Israel.
“Menyerukan kepada pemerintah dan rakyat Indonesia untuk tetap
konsisten mendukung perjuangan dan kemerdekaan bangsa Palestina serta
tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.”ungkap Ustadz Ferry
Nur.
Tidak lupa Ia pun, mengajak untu bermunajat kepada ilahi agar
menerima segala amal korban Mavi Marmara agar memperoleh kesyahidan.
“Mendoakan mereka yang ikut dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla
dengan kapal Mavimarmara semoga mendapat keberkahan, dan mereka yang
luka-luka mendapat balasan kebaikan, serta mereka yang gugur mendapat
pahala syuhada di sisi Allah swt. “tutupnya.
Sebagimana diketahui, Pada Senin, 31 Mei 2010, ketika para relawan
kemanusiaan sedang beribadah, melaksanakan sholat Subuh berjama’ah,
tentara Israel dengan brutal melakukan penyerangan ke kapal Mavimarmara
dan menembaki para relawan kemanusian.
Relawan kemanusiaan yang terdiri dari berbagai negara, diantaranya
Indonesia, berupaya menjaga amanah dengan mempertahankan kapal dan
bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza sampai titik darah penghabisan,
tanpa senjata, berbekal semangat dan doa menghadapi tentara Israel yang
merupakan pasukan khusus untuk perang, mereka menggunakan persenjataan
lengkap.
Korban berjatuhan, 9 orang warga negara Turki gugur, ratusan orang
luka-luka, dua diantaranya dari Indonesia, barang-barang yang berada di
dalam kapal dirampas, seluruh relawan yang selamat dimasukkan penjara
Israel.
sumber : arrahmah
Pembantaian tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Freedom Flotilla to Gaza (Armada Kebebasan untuk Gaza) TRAGEDI MAVI MARMARA
Melupakan kejahatan sama dengan membantu kejahatan, kata sebuah ungkapan. Situs Occupied Palestine ingin
mencegah masyarakat dunia dari lupa terhadap kejahatan Zionis Israel
yang dilakukan dua tahun yang lalu ini. Menjelang peringatan dua tahun
(31 Mei 2010) serangan angkatan bajak laut Zionis terhadap misi
kemanusiaan Freedom Flotilla to Gaza (Armada Kebebasan untuk Gaza), situs itu menerbitkan kembali foto-foto kejahatan biadab itu.
Sahabat Al-Aqsha menerbitkan dan menterjemahkan arsip
tersebut, kami dedikasikan untuk para Syuhada Freedom Flotilla khususnya
sembilan orang relawan yang ditembak mati di atas kapal Mavi Marmara,
kapal utama misi kemanusiaan itu. Misi yang membawa bantuan kemanusiaan
seberat lebih dari 10 ribu ton itu diserang oleh angkatan bajak laut
Zionis di perairan internasional.
Dua orang relawan Sahabat Al-Aqsha ikut serta dalam misi
kemanusiaan itu, dan ikut menjadi korban perampokan, penganiayaan, dan
teror Zionis Israel yang saat itu telah mengepung Jalur Gaza selama 3
tahun.
Kita tidak akan pernah melupakan kesembilan saudara kita
relawan-relawan yang mati syahid dibunuh oleh Zionis di pagi hari yang
cerah itu. Mereka adalah:
1. Asy-Syahid Ibrahim Bilgen
2. Asy-Syahid Ali HaydarBengi
3. Asy-Syahid Cevdet Kiliçlar
4. Asy-Syahid Çetin Topçuoglu
5. Asy-Syahid Necdet Yildirim
6. Asy-Syahid Fahri Yaldiz
7. Asy-Syahid Cengiz Songür
8. Asy-Syahid Cengiz Akyüz
9. Asy-Syahid Furkan Dogan
untuk foto-foto lengkap mulai dari persiapan, pelayaran, detik2x penyerangan tentara zionis israel secara biadac serta foto2x korban (no sensor) silahkan kunjungi link ini
satu lagi dosa zionis Israel Laknatullah diantara beribu, berjuta, bermilyar milyar dosa lainya, ketika dunia hanya bisa diam, semoga Allah SWT menyegarakan Islam kembali jaya, dan mewarnai dunia ini amiin3x.....
sumber : http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=7689
Monday, 21 May 2012
Kenalilah Masjid Al-Aqsa yang asli, awas tipuan zionis israel
Dewasa ini, telah terjadi banyak kesalahpahaman diantara umat muslim
tentang masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. Banyak umat muslim maupun
non-muslim yang mempublikasikan foto Masjid Al-Aqsa yang salah, tapi
yang mengkuatirkan saat ini, kebanyakan umat muslim memajang foto
Qubbatus Shakrah (Kubah Batu/ Dome of The Rock) dirumah maupun dikantor
mereka dengan sebutan Masjid Al-Aqsa. Ini telah menjadi kesalahan umum
di dunia muslim.
Melihat foto di atas, mungkin banyak dari kita akan segera memilih foto
sebelah kiri sebagai Masjid Al-Aqsa. Namun percayalah, foto sebelah
kanan yang berupa masjid dengan kubah yang berwarna hijau itulah Masjid
Al-Aqsa yang sebenarnya.
Namun tragedi sesungguhnya adalah bahwa kebanyakan generasi muda/
anak-anak muslim (sebagaimana juga muslim dewasa) diseluruh dunia, tidak
dapat membedakan antara Masjid Al Aqsa dengan Qubbatus Shakrah (Kubah
Batu).
Mengenal Kompleks Masjid Al-Aqsa
Al-Masjid El-Aqsa merupakan nama arab yang berarti Masjid terjauh. 10
tahun setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, beliau melakukan
perjalanan malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan kemudian
menuju langit ketujuh untuk menerima perintah sholat 5 waktu dari Allah,
peristiwa ini disebut Isra’ Miraj.
Sebelum turun perintah menjadikan Mekkah sebagai kiblat sholat umat
muslim, selama 16 setengah bulan setelah Isra Miraj, Jerusalem dijadikan
arah kiblat.
etika masih hidup, Nabi Muhammad SAW
memerintahkan umat muslim untuk tak hanya mengunjungi Mekkah tapi juga
Masjid Al-Aqsa yang berjarak sekitar 2000 kilometer sebelah utara
Mekkah.
Masjid Al-Aqsa merupakan
bangunan tertua kedua setelah Ka’bah di Mekkah, dan tempat suci dan
tempat terpenting ketiga setelah Mekkah dan Madinah.
Luas kompleks Masjid Al-Aqsa
sekitar 144.000 meter persegi, atau 1/6 dari seluruh area yang
dikelilingi tembok kota tua Jerusalem yang berdiri saat ini. Dikenal
juga sebagai Al Haram El Sharif atau oleh yahudi disebut Kuil Sulaiman.
Kompleks Masjid Al-Aqsa dapat menampung sekitar 400.000 jemaah (Masjid
Al-Aqsa menampung sekitar 5.000 jamaah, selebihnya sholat di kompleks
yang ber-area terbuka).
Pembangunan kembali kompleks Masjid Al-Aqsa dimulai 6 tahun setelah Nabi
wafat oleh Umar Bin Khattab. Beliau menginginkan untuk dibangun sebuah
masjid di selatan Foundation Stone (membelakangi Foundation Stone,
menghadap selatan/Mekkah). Pembangunan tersebut dilakukan oleh Khalifah
Ummayah Abd Al Malik Ibn Marwan dan diselesaikan oleh anaknya Al Walid
68 tahun setelah Nabi wafat dengan diberi nama Masjid Al Aqsha.
Di pusat kompleks Kuil Sulaiman, terdapat Foundation Stone yaitu batu
landasan yang dipercaya umat Yahudi sebagai tempat Yahweh menciptakan
alam semesta dan tempat Abraham mengorbankan Isaac. Bagi umat Islam batu
ini adalah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kakinya untuk Mi’raj. Untuk
melindungi batu ini, Khalifah Abd Al Malik Ibn Marwan membangun kubah
dan masjid polygon, yang kemudian terkenal dengan nama Dome of The Rock
(Kubah batu).
Kekeliruan antara Masjid Al-Aqsa dengan Dome of The Rock dan Agenda Israel menghapuskan Masjidil Aqsa
masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama
bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah dengan perintah Allah SWT.
Kini berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang
demikian, disinyalir pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk
mengelirukan pengetahuan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of
The Rock sebagai Masjidil Aqsa.
Tujuan mereka hanyalah satu:
untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya dan mendirikan kembali
haikal Sulaiman. Saat ini, hanya “Tembok sebelah Barat” yang tersisa
dari bangunan kuil atau istana Sulaiman yang masih berdiri, dan pada
saat yang bersamaan tempat ini dinamakan “Tembok Ratapan/Wailing Wall”
oleh orang Yahudi. Apabila Umat Islam sendiri sudah keliru dan sulit
untuk membedakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya, maka semakin mudahlah
tugas mereka untuk melaksanakan rencana tersebut, karena bila Masjid
Al-Aqsa diruntuhkan, kebanyakan umat tidak akan menyadarinya.
Berikut disertakan terjemahan surat yang ditulis dan dikirimkan oleh Dr.
Marwan kepada ketua pengarang harian “Al-Dastour” tentang kekeliruan
umat dan hubungannya dengan rencana zionis.
Terdapat beberapa kekeliruan antara Masjidil Aqsa dan The Dome of
The Rock. Apabila disebut tentang Masjidil Aqsa di dalam media lokal
maupun internasional, foto The Dome of The Rock-lah yang ditampilkan.
Alasannya adalah untuk mengalihkan masyarakat umum yang merupakan siasat
Israel. Tinjauan ini diperoleh saat saya tinggal di USA, dimana saya
telah mengetahui bahwa Zionis di Amerika telah mencetak dan mengedarkan
foto tersebut dan menjualnya kepada orang arab dan Muslim. Kadangkala
dijual dengan harga yang murah bahkan kadang diberikan secara gratis
agar Muslim dapat mengedarkannya dimana saja. Baik dirumah maupun
kantor.
Hal ini meyakinkan saya bahwa
Israel ingin menghapuskan gambaran Masjid Al-Aqsa dari ingatan umat
Islam supaya mereka dapat memusnahkannya dan membangun kuil mereka tanpa
ada publikasi. Bila ada yang membangkang atau memprotes, maka Israel
akan menunjukkan foto The Dome of The Rock yang masih utuh berdiri, dan
menyatakan bahwa mereka tidak berbuat apa-apa. Siasat yang sungguh
pintar! Saya juga merasa amat terperanjat ketika bertanya kepada
beberapa rakyat arab, Muslim, bahkan rakyat Palestina karena mendapati
mereka sendiri tidak dapat membedakan antara kedua bangunan tersebut.
Ini benar-benar membuatkan saya merasa kesal dan sedih karena hingga
kini Israel telah berhasil dalam siasat mereka."
sumber : http://www.atjehcyber.net/
Thursday, 22 March 2012
Palestian Lahirkan 60.000 Hafiz al-Qur’an ditengah kepungan tentara israel antek iblis
Di tangan ulama-ulama yang ikhlas, justru melahirkan kekuatan dan kebangkitan umat. Contohnya di Afghanistan dan Palestina. Di saat umat Islam sulit untuk bangkit dari penjajahan Uni Soviet, Allah mentakdirkan ulama seperti Syeikh Dr. Abdullah Azzam
yang membalikkan situasi dari keterjajahan kepada kemerdekaan.
Sementara di Palestina yang dijajah sejak 1948 justru melahirkan Syeikh
Ahmad Yassin.
“Pada
masa 40 tahun itu Rejim-rejim Arab resmi tidak dapat memberi apapun
untuk kemaslahatan Palestina bahkan terus menerus menzalimi bahkan
mengkhianati hak bangsa Palestina. Di saat itu pula muncul sejumlah
pemikir dan cendekiawan Arab yang berorientasi kepada Arabisme,
sosialisme dan sekularisme, namun mereka pun tak berhasil memberikan
solusi mujarab untuk kemerdekaan kami”, jelas Abu Mahfuz. Namun pada
saat 1988, muncul Syeikh Ahmad Yassin, tokoh utama pendiri HAMAS (Harakah Al-Muqawamah Al-Islamiyah),"
ujarnya Ketua Komite Aliansi Internasional untuk Al-Aqsha, Syeikh Saud
Abu Mahfuz dengan para wartawan media kantor Majelis Intelektual dan
Ulama Muda Indonesia (MIUMI) pada Selasa siang, (20/03/2012) kemarin.
Menurut
Syeikh Saud, justru disebabkan ruh Al-Qur’an yang dibangkitkan oleh
Syeikh Ahmad Yassin itulah, kini kota Jalur Gaza adalah kota Islam yang
terbanyak melahirkan ribuan para penghafal Qur’an.
Menurutnya,
tidak kurang ada 60.000 hafiz al-Qur’an di Jalur Gaza. Selain itu, kota
yang terus dikepung Israel dengan dukungan Barat ini juga menjadi kota
terkecil dengan jumlah masjid terbanyak di Timur Tengah, dan dengan
prosentase tingkat populasi yang berpendidikan tinggi terbanyak di Arab.
Menariknya,
kini hampir 100% wanita Muslimah di Gaza telah berjilbab. Semua ini
terjadi, ujar Syeikh Saud, karena ada nilai-nilai al-Quran.
“Tanpa
kekuasaan politik dan corak pemikiran yang mentereng, beliau (Syeikh
Yasin, red) dengan sosok kesederhanaannya tampil memberikan solusi
sederhana tapi fundamental, yaitu al-Qur’an untuk kebangkitan bangsa
Palestina”, tuturnya dengan penuh bangga
sumber : hidayatullah
Subscribe to:
Posts (Atom)












